Kepulauan Raja Ampat

Kepulauan Raja Ampat

Indonesia mempunyai objek wisata yang tidak kalah cantik nya dengan Pulau Maldives yaitu Kepulauan Raja Ampat. Jauh dari hiruk pikuk kota metropolitan, salah satu destinasi favorit wisatawan Indonesia maupun mancanegara karena tawarkan ketenangan dan kedamaian. Sedangkan, bagi para penyelam di dalam dan luar Indonesia, Raja Ampat diakui sebagai surga yang tidak mampu diungkapkan kata-kata. Satu-satunya cara untuk membuktikan beraneka pendapat ini adalah dengan singgah langsung menikmati ‘sang mutiara’ di ujung Papua ini.

Kepulauan Raja Ampat

Raja Ampat, sebuah Kabupaten dan merupakan bagian dari Provinsi Papua Barat. Untuk kalian wisatawan yang ingin Kepulau ini, kalian harus pergi ke kota Sorong dahulu. Pemandangan alam yang di tawarkan begitu mengagumkan, hingga mampu menyebabkan wisatawan enggan pulang. Biasanya para wisatawan banyak memakai penerbangan untuk sampai ke kota ini.

Setelah kota Sorong, kalian bisa memakai sejenis kapal cepat yang biasa berlayar dua kali sehari menuju Waisai, ibukota kabupaten Raja Ampat. Perjalanan cuma akan memakan waktu kira-kira 2-3 jam saja dari pelabuhan Sorong Anda bisa bermain di Daftar Slot 88 agar waktu tidak berasa, hingga akhirnya sampai di pelabuhan Waisai Raja Ampat. Kepulauan Raja Ampat merupakan kronologis empat gugusan pulau yang berdekatan dan berlokasi di barat bagian Kepala Burung (Vogelkoop) Pulau Papua.

Secara teknis, gugusan ini berada di bawah Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Kepulauan ini saat ini menjadi target para penyelam yang tertarik akan keindahan panorama bawah lautnya. Empat gugusan pulau yang menjadi anggotanya dinamakan menurut empat pulau terbesarnya, yaitu Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Salawati, dan Pulau Batanta.

Sejarah Raja Ampat

Asal mula nama Raja Ampat menurut mitos masyarakat setempat berasal dari seorang wanita yang mendapatkan tujuh telur. Empat butir di antaranya menetas menjadi empat orang pangeran yang berpisah dan tiap-tiap menjadi raja yang berkuasa di Waigeo, Salawati, Misool Timur dan Misool Barat. Sementara itu, tiga butir telur lainnya menjadi hantu, seorang wanita yang sering bermain judi slot online pada sebuah Situs Judi Slot Terbaru Deposit Pakai Pulsa, dan sebuah batu.

Dalam sejarah, wilayah Raja Ampat telah lama dihuni oleh masyarakat bangsawan dan menerapkan sistem rutinitas Maluku. Dalam sistem ini. Tiap desa dipimpin oleh seorang raja. Semenjak berdirinya lima kesultanan muslim di Maluku, Raja Ampat menjadi bagian klaim dari Kesultanan Tidore. Setelah Kesultanan Tidore takluk dari Belanda, Kepulauan Raja Ampat menjadi bagian klaim Hindia-Belanda.

Sejarah Raja Ampat

Masyarakat Kepulauan Raja Ampat kebanyakan nelayan tradisional yang tinggal di kampung-kampung kecil yang letaknya berjauhan dan berlainan pulau. Mereka adalah masyarakat yang ramah terima tamu dari luar, bahkan jika kamu membawa oleh-oleh buat mereka berupa pinang ataupun permen. Barang ini menjadi semacam ‘pipa perdamaian indian’ di Raja Ampat. Acara mengobrol bersama dengan makan pinang disebut juga “Para-para Pinang” seringkali bergiliran satu sama lain saling melempar mob, istilah setempat untuk cerita-cerita lucu.

Objek Wisata Kepulauan Raja Ampat

Mereka adalah pemeluk Islam dan Kristen dan seringkali di dalam satu keluarga atau marga terkandung bagian yang memeluk salah satu dari dua agama tersebut. Hal ini menjadikan masyarakat Raja Ampat tetap rukun biarpun berlainan keyakinan. Kepulauan Raja Ampat merupakan area yang berpotensi untuk dijadikan sebagai objek wisata, khususnya wisata penyelaman.

Perairan Kepulauan Raja Ampat menurut beraneka sumber, merupakan salah satu dari 10 perairan paling baik untuk diving site di seluruh dunia. Bahkan, mungkin juga diakui sebagai nomor satu untuk kelengkapan flora dan fauna bawah air terhadap waktu ini. Dr John Veron, pakar karang mempunyai pengalaman dari Australia, misalnya, di dalam sebuah website ia mengungkapkan, Kepulauan Raja Ampat yang terdapat di ujung paling barat Pulau Papua, kira-kira 50 mil sebelah barat laut Sorong, membawa kawasan karang paling baik di Indonesia. Sekitar 450 jenis karang sempat diidentifikasi selama dua pekan penelitian di area itu.